Gampong Lam Tutui terdiri dari tiga dusun yaitu :
1. Dusun Imum Syech
2. Dusun Imum Daud dan
3.?Dusun Haji JaffarDusun Imum Syech di ambil dari nama seorang Imum Mukim yang konon katanya ketika beliau menjabat sebagai Imum Mukim Beliau banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan Kemukiman Lamteungoh maju dan beliau berdomisili di Gampong Lam Tutui yang selanjutnya namanya diabadikan sebagai nama Dusun di Gampong Lam Tutui.
Sedangkan Dusun haji Jaffar adalah diambil dari nama seorang Ulama yang berasal dari Gampong Lam Tutui.Pada masa beliau masih hidup,perkembangan Agama di kemukiman Lam Teungoh sangat pesat,sehingga masyarakatnya sangat taat beragama.Berdasarkan jasa – jasa Beliau itulah sehingga namanya diabadikan sebagai salah satu nama dusun di Gampong Lam Tutui.
Masyarakat Gampong Lam Tutui pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1992 perekonomiannya pernah mencapai puncak kejayaan, karena hasil bumi yang melimpah ruah yaitu di bidang palawija cengkeh dan penghasilan laut khususnya ikan dari para nelayan. Pada saat itu umumnya rumah masyarakat sudah banyak yang semi permanen,hanya sebagian kecil permanen.rata - rata mata pencaharian masyarakat adalah nelayan dan petani, hanya sebahagian kecil yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).Masyarakat Gampong terdiri dari tiga institusi yaitu Keuchik ,Kepala Dusun , Tuha Peut, dan empat orang tokoh Adat. Imum Menasah juga sangat berperan di dalam Gampong.
Meunasah adalah sarana fisik semacam community center sekaligus sarana sosial-spiritual yang kuat. Meunasah menjadi pengikat sosial, penyatu keragaman status sosial dan ekonomi penduduk . Di Meunasah diselenggarakan dan dibicarakan musyawarah, kegiatan gotong royong kampung, kegiatan perempuan, dan kegiatan kampung.
Kenduri adalah salah satu bentuk doa dan makan bersama berkaitan dengan peristiwa penting atau perayaan hari besar. Kenduri blang, berkaitan dengan kegiatan bertani diselenggarakan tiga kali:sebelum turun ke sawah, saat menebar benih, saat panen dan ketika padi diserang hama. Kenduri lainnya berkaitan dengan hari raya Islam kenduri maulid, nuzulul quran,kenduri isra’ mi’raj dan dua hari menjelang dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha diadakan hidangan daging bersama yang disebut meugang. Disini adalah merupakan wadah masyarakat untuk saling berkumpul dan mempererat tali silahturahmi antar mereka.
2.1.2 Sejarah Pemerintah Gampong?
?Sistem Pemerintahan Gampong Lam Tutui berasaskan pada pola adat/kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, pemerintahan dipimpin oleh seorang Geuchik dan dibantu oleh dua orang Wakil Geuchik karena pada saat itu dalam susunan pemerintahan belum ada Kepala Dusun. Wakil Geuchik pada saat itu juga memiliki peran dan fungsi yang sama seperti halnya Kepala Dusun pada saat ini. Imum Mukim memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan pemerintahan , yaitu sebagai penasehat baik dalam penetapan sebuah kebijakan ditingkat pemerintahan dan dalam memutuskan sebuah putusan hukum adat.
Tuha Peut menjadi bagian lembaga penasehat , Tuha Peut juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan , memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Geuchik. Imum Meunasah berperan mengorganisasikan kegitan-kegiatan keagamaan. Pada zaman dulu roda pemerintahan sudah dilaksanakan di kantor Gampong walaupun saat itu kantor masih terbuat dari kayu.Nama Geuchik : Ibrahim
Tahun : ..... s/d 1918
Kondisi Pemerintah : Belum Stabil,masa penjajahan Belanda
Nama Geuchik : Hasan
Tahun : 1918 – 1943
Kondisi Pemerintah : Belum Stabil,masa penjajahan Belanda
Nama Geuchik : Daud
Tahun : 1943 – 1945
Kondisi Pemerintah : Belum Stabil,masa penjajahan Jepang
Nama Geuchik : Ahmad
Tahun : 1945 – 1970
Kondisi Pemerintah : Belum Stabil,awal kemerdekaan dan konflik DI/PKI
Nama Geuchik : H. Bintang
Tahun : 1970 – 1976
Kondisi Pemerintah : Mulai stabil
Nama Geuchik : M ibrahim
Tahun : 1976 – 1978
Kondisi Pemerintah : Pejabat sementara,menuju gampong mandiri
Nama Geuchik : H.Sulaiman M. ali
Tahun : 1978 – 1983
Kondisi Pemerintah :-
Nama Geuchik : H. Sulaiman M.Mahmud
Tahun : 1983 – 1988
Kondisi Pemerintah :-
Nama Geuchik : M. shaleh Mahmud
Tahun : 1988 – 2001
Kondisi Pemerintah : -
Nama Geuchik : H. Sulaiman Musannif
Tahun : 2001– 2004
Kondisi Pemerintah : Musibah Gempa dan Tsunami
Nama Geuchik : H. sulaiman H. mahmud
Tahun : 2005 – 2008
Kondisi Pemerintah : Pejabat Sementara
Nama Geuchik : Deriansyah H.Banta
Tahun : 2008 – 2014
Kondisi Pemerintah : -
Nama Geuchik : Abdullah A Thaleb
Tahun : 2014 – 2018
Kondisi Pemerintah :-
2.1.1 Sejarah Pembangunan Gampong
Pembangunan gampong Lam Tutui sudah dimulai dari masa pemerintahan Keuchik Gam Puteh pada tahun 1969 dan sampai sekarang masih terus berlanjut dengan adanya dana desa yang masuk ganpong untuk pembangunan. Untuk lebih jelasnya sejarah pembangunan Gampong Lam Tutui dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
1.
Tahun : 1945-1972
Peristiwa: Membangun Meunasah Gampong Lam Tutui. Meunasah Mirip rumah Aceh. Pada waktu itu pemerinta ??????? memberikan sebuah sepeda kepada Keuchik
Nara sumber: Ada Manfaat Bagi Masyarakat
2
Tahun: 1972-1987
Peristiwa: Berubahnya Nama Dusun, Dusun Tgk Jaa Dusun Teungoh, Dusun Tgk Nie
Nara Sumber: Sudah Maju
3
Tahun: 2001-2007
Peristiwa: Suasana Komplik dan Berlaku Jam Malam, Terjadi Gempa dan Gelombang Tsunami.
Nara Sumber Warga menderita dan tidak bebas.
4
Tahun: 2008-2014
Peristiwa: Pembangunan Gampong Sudah beragam dengan adanya program PNPM dan BKPG dan ADG
Nara Sumber: Warga sudah bisa menikmati hasil pembangunan yang bermanfaat bagi mereka
5.
Tahun: 2015-sekarang
Peristiwa: Pembangunan Gampong sudah lebih baik lagi karena desa sudah diberi kewengan penuh dalam ??????? mengelola keuangan dan kegiatan gampong
Narasumber: Masyarakat sudah mampu mengelola keuangan dan administrasi gampong
2.2 Kondisi Umum Gampong
2.2.1 Geografis
Secara geografis Gampong Lam Tutui termasuk dalam wilayah Kemukiman Lam Teungoh Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar dengan luas wilayah 287 Ha, secara administrasi dan geografis Gampong Lam Tutui berbatasan dengan
2.2.1 Topografi
2.2.3 Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
?Pada umumnya lahan yang terdapat di wilayah Gampong Lam Tutui digunakan secara produktif. Hal ini menunjukan bahwa kawasan Gampong Lam Tutui memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas tanah Gampong Lam Tutui ± 287 Ha dan untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya adalah sebagai berikut :
Jenis Lahan
2.2.4 Orbitasi
Orbitasi :
2.2.5 Kependudukan
Jumlah penduduk Gampong Lam Tutui yang tersebar di 4 Dusun berdasarkan data terakhir hasil sensus 2019 tercatat sebanyak 85 KK, 280 Jiwa, terdiri dari laki-laki 143 jiwa, perempuan 137 jiwa.
2.2.6 Kesehatan
Untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Aceh sudah memprogramkan BPJS Kesehatan Aceh (BPJSA) untuk seluruh masyarakat Aceh, hal ini sangat membantu kondisi kesehatan dari masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Umum demi kelancaran pengobatan pasien/masyarakat terutama masyarakat miskin /kurang mampu.
2.2.7 Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesadaranan masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya, dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistimatika pikir atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.
Dalam rangka memajukan pendidikan, Gampong Lam Tutui akan secara bertahap merencanakan dan mengganggarkan bidang pendidikan baik melalui DD, swadaya masyarakat dan sumber-sumber dana yang sah lainnya, guna mendukung program pemerintah yang termuat dalam RPJM Daerah Kabupaten Aceh Besar.
2.2.8 Kesejahteraan Sosial Masyarakat
Aceh merupakan daerah konflik yang cukup panjang, hal ini sangat mempengaruhi dari tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dari daerah lain. Dengan lamanya waktu konflik ditambah musibah gempa dan tsunami yang terjadi Tahun 2004 maka mempengaruhi lambannya pertumbuhan tingkat kesejahteraan rakyat Aceh dan masyarakat Kecamatan Peukan Bada khususnya.
Namun setelah musibah tsunami datanglah hikmah, banyak hal terjadi seperti berhentinya konflik, kedatangan donatur baik dari dalam negeri maupun dari seluruh penjuru dunia, maka tingkat kesejahteraan masyarakat mengalami kenaikan yang signifikan dari kondisi sebelumnya.
Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)
2.2.9 Perekonomian Gampong
Secara umum masyarakat di Gampong Lam Tutui memiliki mata pencaharian sebagai petani, dan sebagian lagi tersebar ke dalam beberapa bidang pekerjaan seperti : pedagang, wira usaha, PNS/TNI/POLRI, peternak, buruh, pertukangan, penjahit,Nelayan,Petambak dll. Pada umumnya yang bekerja di sektor pertanian memiliki mata pencaharian veriatif/ganda karena peluang penghasilan yang akan menunggu panen yang sangat dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, hama dan waktu.
???Gampong Lam Tutui memiliki Badan Usaha Milik Gampong yang didirikan dengan Qanun Gampong No.3 Tahun 2017, dengan SK Pengurus No. 4 Tahun 2017. Sampai saat ini BUMG memiliki 4 Unit Usaha yaitu Unit Simpan Pinjam kelompok Perempuan dan PeternakanTujuan pendirian BUMG :
1) Meningkatkan Perekonomian Gampong
2) Mengoptimalkan Aset Gampong untuk kesejahteraan masyarakat
3) Meningkatkan perekonomian masyarakat
4) Mengembangkan rencana kerja sama usaha antar gampong atau Pihak ke3.
5) Menciptakan peluang dan jaringan pasar
6) Menciptakan peluang kerja bagi masyarakat
7) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan
8) Pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi gampong.
Dengan melihat tujuan dari pendirian BUMG, dapat dirasakan bahwasanya BUMG Gampong Lam Tutui masih jauh dari pada yang diharapkan, sehingga perlu pengembangan yang lebih baik dengan melakukan pembenahan dalam struktur organisasi maupun pengelolaan unit-unit usaha sesuai dengan aset dan potensi yang ada dengan mengacu pada Permendes No.4 Tahun 2015 tentang Pendirian, pengurusan, pengelolaan dan pembubaran BUMDes.
2.2.10 Pemuda dan Olah Raga
Usaha pembinaan generasi muda dilaksanakan bekerja sama dengan Karang Taruna Gampong yaitu dengan cara diarahkan untuk mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan lapangan kerja, sehingga diharapkan generasi muda merupakan sumber daya pembangunan yang dapat diandalkan.
Dalam rangka memasyarakatkan olah raga dan mengolah ragakan masyarakat kami telah membentuk kepengurusan dibawah naungan LKMD, meskipun belum dikatakan maksimal namun antusias pemuda untuk cabang olah raga Sepak Bola cukup memadai, dapat dilihat prestasi mereka di Tingkat Kecamatan cukup memuaskan.
Disamping itu pada hari-hari besar Nasional / HUT RI diselenggarakan kejuaraan antar dusun dengan tujuan untuk memacu semangat dan prestasi pemuda dibidang olah raga.
2.2.11 Keagamaan
Seluruh masyarakat Gampong Lam Tutui memeluk agama Islam. Dalam pembinaan kehidupan beragama telah menunjukan keberhasilan terutama dalam menumbuh kembangkan sarana tempat peribadatan, terutama untuk kaum muslimin yang merupakan mayoritas
2.2.12 Sosial dan Budaya
Sebelum Tsunami tatanan kehidupan masyarakat Gampong Lam Tutui sangat kental dengan sikap solidaritas sesama, dimana kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sangat berjalan dan dipelihara, hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antara sesama masyarakat. Dimana dalam agama Islam memang sangat ditekankan untuk saling berkasih sayang, membantu meringankan beban saudaranya, dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan ukhwah Islamiah antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuhnya motivasi masyarakat untuk saling melakukan interakasi sosial dengan baik. Dan pasca Tsunami kondisi ini perlahan juga mulai pulih meskipun tidak sama seperti sebelum Tsunami.
Kebudayaan yang ada di Gampong Lam Tutui merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan modal dasar dalam rangka pengembangan budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran nilai agama islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian, kelompok pengajian, kelompok ibu bedah, panitia pengadaan kenduri hari besar Islam.
Hubungan pemerintah dengan masyarakat yang terjalin baik, juga menjadi kekuatan Gampong Lam Tutui dalam pengelolaan pemerintahan dan kema/syarakatan. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari adanya administrasi pemerintahan Gampong yang memadai, serta berfungsinya sturktur pemerintahan Gampong itu sendiri.
Jenis Kegiatan Soial Masyarakat
Golongan
Jenis Kegiatan Sosial
1. Pemuda
· Gotong royong
· Melakukan takziah ke tempat orang meninggal dunia
· Pengajian rutin
· Berkunjung ke tempat orang sakit
· Persatuan Olah Raga
2. Ibu-ibu
· Gotong royong
· Pengajian rutin (wirid Yasin)
· Arisan
· Takziah ke tempat orang meninggal
· Berkunjung ke tempat orang sakit atau melahirkan
· Kegiatan PKK
· Kegiatan Posyandu
3.Bapak-bapak (orang tua)
· Gotong royong
· Bersama-sama melakukan fardhu kifayah apabila ada warga yang meninggal dunia
· Takziah ke tempat orang meninggal
· Berkunjung ke tempat orang sakit
2.2.13 Sarana dan Prasarana Gampong
Sarana dan Prasarana di gampong merupakan infrastruktur yang telah dibangun dari program maupun yang akan dibangun oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Gampong Lam Tutui telah berhasil melaksanakan pembangunan beberapa infrastruktur, namun dengan luas wilayah dan keterbatasan keuangan tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi sehingga perlu pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan yang telah diruangkan dalam RPJMGampong.
Jenis sarana dan Prasarana
2.3 Kelembagaan Gampong
??2.3.1 Pemerintah Gampong
Pemerintah Gampong adalah Keuchik yang dibantu oleh Perangkat Gampong yang bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Gampong, melaksanakan Pembangunan Gampong, pembinaan kemasyarakatan Gampong, dan pemberdayaan masyarakat Gampong untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat .
Dalam melaksanakan tugasnya Keuchik memiliki wewenang :
a. Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Gampong
b. Mengangkat dan memberhentikan perangkat gampong
c. Memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Gampong
d. Menetapkan Peraturan Gampong
e. Menetapkan APB Gampong
f. Membina kehidupan Masyarakat Gampong
g. Membina ketentraman dan ketertiban masyarakat Gampong
h. Membina dan meningkatkan perekonomian Gampong serta mengintegrasiannya agar mencapai perekonomian skala ?? produktif untuk sebesarbesarnya kemakmuran masyarakat Gampong.
i. Mengembangkan sumber pendapatan Gampong.
j. Mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat ?? Gampong
k. Mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat Gampong
l. Memanfaatkan teknologi tepat guna
m. Mengoordinasikan Pembangunan Gampong secara pertisipatif
??Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pemerintahan, seperti pencatatan sipil, surat keterangan perkawinan, perizinan, surat keterangan usaha, dll dirasakan masih sangat kurang terutama dalam administrasi, hal ini dikarenakan Gampong belum memiliki kantor yang permanen dan tetap selain kapasitas aparatur yang belum memadai.
2.3.2 Jumlah Aparatur Pemerintahan Gampong
Jumlah Aparatur dilingkungan Pemerintah Gampong Lam Tutui tahun 2020 sebanyak 1 orang Keuchik, 1 orang Sekretaris Gampong, 2 orang Kaur Gampong, 2 Orang Kasi dan 4 Orang Kepala Dusun.
1. Aparatur Pemerintah: Keuchik
Jumlah: 1
2. Aparatur Pemerintah: Sekretaris Gampong
Jumlah: 1
3. Aparatur Pemerintah: Kaur Keuangan gampong
Jumlah: 1
4. Aparatur Pemerintah: Kaur Umum Dan Perencanaan
Jumlah: 1
5. Aparatur Pemerintah: Kasi Pemerintahan
Jumlah: 1
6. Aparatur Pemerintah: Kasi Pelayanan
Jumlah: 1
7. Aparatur Pemerintah: Kadus
Jumlah: 1
8. Aparatur Pemerintah: Kadus
Jumlah: 1
9. Aparatur Pemerintah: Kadus
Jumlah: 1
10. Aparatur Pemerintah: Kadus
Jumlah: 1
2.3 Tuha Peut
??Anggota Tuha Peut merupakan wakil dari penduduk Gampong berdasarkan keterwakilan wilayah yang pemilihannya dilakukan secara demokratis.
Tuha Peut mempunyai fungsi :
· Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Gampong bersama Keuchik
· Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Gampong
· Melakukan pengawasan kinerja Keuchik
Jumlah Tuha Peut ditetapkan dengan jumlah paling sedikit 5 orang dan paling banyak 9 orang, dengan memperhatikan wilayah, perempuan, penduduk, dan kemampuan keuangan Gampong.
2.4. Masalah Yang Dihadapi Gampong
Berdasarkan Penjaringan masalah yang dilakukangan disetiap dusun didapati masalah sebagai berikut :
BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
Masalah: Aparatur Gampong tidak bekerja maksimal
Penyebab: Masih kurangnya sarana prasarana kantor
1
Masalah: Adm Gampong berantakan
Penyebab: Tidak ada mobiler untuk menyimpan arsip
Masalah: SDM Aparatur Gampong rendah
Penyebab: Seleksi yang yang asal-asalan
Masalah: Kegiatan dan adm Tuha Peut berantakan
Penyebab: Sarana dan prasarana pendukung tidak ada
Masalah: Tuha Peut bekerja tidak maksimal
Penyebab: Kurangnya operasional / honor pendukung kegiatan Tuha Peut
2
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
Masalah: Jalan antar dusun berdebu dan becek
Penyebab: Banyak Jalan /lorang yang membutuhkan perbaikan
Masalah: Pelaksanaan Ibadah sudah tidak nyaman
Penyebab: Masih kurangnya fasilitas beribadah
Masalah: Sawah masih tadah hujan
Penyebab: Kekurangan air dari Sumber mata air(embung) dan belum maksimalnya irigasi
Masalah: Sampah Berserakan
Penyebab: Tidak adanya tempat pembuangan sampah yang layak
Masalah: Jembatan yang sempit
Penyebab: Ukuran jembatan yang sempit
Masalah: Air limbah rumah tangga sering tergenang
Penyebab: Tidak adanya saluran drainase
Masalah: Muara yang dangkal
Penyebab: Disebabkan karena jembatan yang sempit
Masalah: Musim kemarau kekurangan air bersih
Penyebab: Aliran air bersih ke gampong tidak maksimal
Masalah: Kegiatan Posyandu sering terkendala
Penyebab: Sarana bermain anak tidak ada
Masalah: Belum optimalnya sarana prasarana jalan pertanian masyarakat
Penyebab: Tidak adanya jalan usaha tani